myakbar :: sebuah catatan kecil

KENAPA OPEN SOURCE ?

with 2 comments

4 (Empat) Alasan Memilih Solusi Open Source

Banyak dari kita yang memilih solusi Open Source dikarenakan solusi ini dianggap sebagai solusi yang paling ekonomis. Namun, apakah hanya karena faktor itu sajakah solusi Open Source ini layak untuk dipilih ? Tentu saja tidak !

Setidaknya ada 4 (empat) alasan kenapa solusi Open Source ini layak untuk dipertimbangkan (Abdullah 2009), diantaranya adalah :
– Kemandirian (Teknologi, Aplikasi, dan Data) ;
– Optimalisasi Budget Pembelian Software ;
– Auditable Software (Transparansi) ;
– Keamanan Data (Virus, malicious code, trojan horse).

1. Kemandirian (Teknologi, Aplikasi, dan Data)

Setiap software dibangun oleh sekumpulan kode-kode (source code) yang diterjemahkan ke dalam bahasa mesin (binaries) yang dimengerti oleh komputer, sehingga komputer tersebut dapat melakukan sesuatu yang diinginkan. Open Source Software (OSS) mengizinkan para penggunanya untuk mengakses source code software ybs, sedangkan Proprietary Software sebaliknya.

Dengan dapat diaksesnya source code suatu software, maka hal ini memungkinkan kita untuk dapat mempelajari bagaimana source code tsb membangun software tadi. Dengan dapat mempelajari source code tadi maka memungkinkan pula bagi kita untuk dapat memodifikasi, memperbaiki, atau bahkan membuat software yang baru bermodalkan source code tadi. Di sini kita dapat melihat perbedaan yang sangat mendasar antara OSS dengan Proprietary Software.

Di dunia OSS, seluruh komunitas dapat memberikan kontribusinya guna mengembangkan suatu software, sehingga kesalahan (bugs) akan dengan cepat ditemukan, celah keamanan (security holes) akan segera dapat ditutupi, dan fitur-fitur baru bisa cepat pula dikembangkan. Dengan demikian, kualitas suatu software yang berbasis open surce secara alami akan benar-benar teruji, setidaknya oleh komunitasnya sendiri.

Secara tidak langsung, ketergantungan terhadap suatu teknologi atau aplikasi tertentu dapat dikurangi. Hal ini dikarenakan banyaknya pilihan teknologi atau aplikasi yang dapat digunakan untuk keperluan tertentu tanpa harus merubah infrastruktur secara keseluruhan. Dan dapat berarti pula bahwa ketergantungan terhadap vendor atau negara lain dapat dikurangi, karena dengan OSS kita bisa mengembangkan suatu teknologi atau aplikasi tanpa dibatasi oleh hal-hal lain (politis dan ekonomis) (Wiryana 2004).

Selain itu, aksesibilitas terhadap data yang kita miliki pun lebih terjamin. Dengan menggunakan Open Document Format (ODF) atau format dokumen dengan standar terbuka, hal ini memungkinkan kita untuk mempelajari format/struktur dari suatu dokumen, sehingga kita dapat membuat aplikasi lain yang dapat membuka dokumen tadi atau paling tidak, ada alternatif pilihan aplikasi lain untuk membuka data kita.

Dengan kata lain, kita akan terhindar dari fenomena ‘vendor lock-in’, yaitu situasi dimana kita sangat tergantung pada produk vendor tertentu dan kita tidak dapat pindah ke vendor yang lain tanpa mengeluarkan biaya yang signifikan. Terlebih apabila vendor tersebut membuat suatu kebijakan yang krusial, – seperti memutuskan untuk menghentikan support terhadap suatu produk atau vendor memutuskan untuk merubah format dokumennya – sehingga mengakibatkan tidak bisa diaksesnya data yang kita miliki.

Di sisi lain, pemanfaatan OSS ini berdampak positif bagi perkembangan dunia industri kreatif lokal. Hal ini dapat dilihat dengan maraknya industri kreatif lokal di Indonesia ini. Mereka bersaing memberikan pilihan kualitas yang terbaik bagi para konsumennya.

Setidaknya inilah bentuk kemandirian yang diharapkan. Sudah saatnya kita merdeka dari segala bentuk belenggu pilihan teknologi dan aplikasi, terlebih dari belenggu pola pikir yang ada.

2. Optimalisasi Budget Pembelian Software

OSS pada umumnya menganut lisensi free software, artinya anda dapat mendownload, menginstallnya di beberapa komputer yang diinginkan, mendistribusi copynya kepada yang lain tanpa harus membayar biaya lisensi kepada siapapun. Sedangkan Proprietary Software pada umumnya mengharuskan para penggunanya untuk membayar biaya lisensi untuk dapat menggunakan suatu aplikasi tertentu.

Disinilah optimalisasi budget pembelian lisensi software suatu organisasi dapat dicapai. Dimana dengan menggunakan OSS, maka suatu organisasi tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian lisensi suatu software. Sekali lagi, OSS memberikan alternatif bagi kita yang ingin meningkatkan efisiensi budget, terlebih bagi lembaga-lembaga yang sumber dananya berasal dari rakyat (APBD/APBN).

3. Auditable Software (Transparansi)

Kita tidak pernah tahu apa yang ada dalam source code software yang kita gunakan apabila kita menggunakan proprietary software, karena source code-nya tertutup. Sehingga kita tidak bisa melakukan audit terhadap kode-kode yang membangun software yang kita gunakan.

Konsekwensinya, kita tidak akan tahu apakah didalam software yang kita gunakan terdapat kode-kode berbahaya atau tidak, seperti :

– Time Bomb
Yaitu kode-kode yang sengaja dibuat untuk maksud jahat yang akan melakukan aksinya pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, ada kode yang memerintahkan untuk menghapus semua data pada tanggal 01/01/2012.

– Spy code
Yaitu kode-kode yang sengaja dibuat untuk mencuri informasi-informasi penting yang dimiliki oleh si pengguna untuk kepentingan (ekonomis/politis/militer) vendor/negara si pengembang software tersebut. Misalnya, ada kode yang memerintahkan untuk mengirim data-data militer kita ke negara tertentu.

– Kode-kode jahat lainnya
Kode-kode yang sengaja dibuat untuk maksud jahat yang tidak diketahui oleh si pengguna software tersebut untuk kepentingan pihak-pihak tertentu.

Dengan menggunakan OSS, kita dapat meng-audit software yang kita gunakan, karena sumber kodenya bersifat terbuka. Sehingga kita dapat mengetahui kode apa saja yang ada di balik software yang kita gunakan tersebut.

4. Keamanan Data (Malicious codes, virus, trojan horse)

Kode jahat/perusak (malicious codes atau disingkat malcodes) didefinisikan sebagai semua macam program, makro atau script yang dapat diesekusi dan dibuat dengan tujuan untuk merusak sistem komputer (Subagyo 2003). Malcodes ini dapat digolongkan ke dalam 3 golongan, yaitu ; virus, worm, dan trojan horse.

Pada intinya semuanya sama yaitu merupakan kode-kode jahat yang bertujuan untuk merusak sistem komputer, perbedaanya hanya pada cara kerjanya saja. Virus dan worm dapat mereplikasi dirinya sendiri sebelum melaksanakan aksinya, sedangkan trojan horse tidak.

Bagaimana dampak negatif dari virus, worm, dan trojan horse ini terhadap suatu sistem komputer, sangatlah ditentukan dari sejauhmana efektifitas penyebarannya. Semakin mudah penyebarannya maka semakin destruktif pula akibatnya. Demikian pula sebaliknya, apabila penyebarannya terhambat, maka virus, worm, dan trojan horse itu bisa dikatakan tidak efektif.

Tidak ada satu sistem pun yang kebal terhadap serangan virus, worm, dan trojan horse ini, termasuk sistem operasi berbasis open source, seperti Linux. Namun yang membedakannya dengan sistem operasi berbasis Proprietary Software adalah penyebarannya. Di Linux, virus, worm, dan trojan horse tidaklah mudah untuk melakukan aksi dan penyebarannya, salah satunya karena secara teknis sistem keamanan di Linux jauh lebih berlapis.

Secara awam penjelasannya mungkin seperti ini, di Linux, orang tidak bisa sembarangan masuk ke dalam sistem apabila ia tidak memiliki user account. Dan tidak semua user account dapat merubah konfigurasi sistem, karena hanya root/administrator yang memiliki kewenangan untuk melakukan hal itu. Lebih dari itu, tidak semua user account dapat membaca, menulis (merubah), atau meng-eksekusi suatu file, apabila ia tidak memiliki hak akses yang memadai terhadap file tersebut. Sehingga penyebaran virus, worm, dan trojan horse di lingkungan sistem seperti ini menjadi lebih sulit.

Hal-hal seperti ini menyebabkan tidak (atau belum) banyak orang yang tertarik untuk membuat virus di lingkungan open source (Linux), karena proses penyebarannya yang lebih sulit. Dengan demikian, menurut hemat penulis OSS memiliki tingkat keamanan yang relatif jauh lebih baik.

Penutup

Semoga tulisan di atas dapat memberikan pencerahan kepada kita terhadap suatu alternatif solusi dalam penggunaan perangkat lunak legal dan aman, sehingga kita menjadi lebih bijak dalam pengambilan keputusan solusi mana yang akan diambil.

(Artikel ini tersedia pula dalam format PDF yang dapat anda unduh di sini)

Daftar Referensi :

  1. Abdullah, Lolly Amalia 2009, ‘Kebijakan Aplikasi Pemerintah’, dokumen dipresentasikan pada acara Pembahasan Penerapan Migrasi Open Source dan Pemanfaatan Perangkat Lunak Legal dan OSS, Bandung, 21 Agustus.
  2. Kristanto, FX. Eko Budi 2008, ‘Mengapa Pemerintah (Indonesia) Harus Mengadopsi Open Document Format (ODF)?’, dilihat tanggal 24 Desember 2009, <http://fxekobudi.net/opini/mengapa-pemerintah-indonesia-harus-mengadopsi-open-document-format-odf/>.
  3. OpenOffice.org 2009, Why OpenOffice.org, dilihat tanggal 24 Desember 2009, <http://why.openoffice.org/why_free.html>
  4. Redhat 2009, Why Open Source?, dilihat tanggal 20 Desember 2009, <http://www.redhat.com/about/whyopensource/>.
  5. Subagyo, Hendro 2003, ‘Kode Jahat/Perusak (Malicious Codes)’, dilihat tanggal 23 Agustus 2009, <http://ikc.depsos.go.id/populer/hendro-malcodes.php>.
  6. The Linux Information Project 2006, Vendor Lock-in Definition, dilihat tanggal 24 Desember 2009, <http://www.linfo.org/vendor_lockin.html>
  7. Wiryana, I Made 2004, ‘Mengapa Memiliki Kebijakan Open Source?’. InfoLINUX (Januari 2004):14.

Written by akbar

December 24, 2009 at 6:47 am

Posted in Concepts, Open Source

Tagged with , ,

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Saya senang sekali masih ada orang yang begitu peduli legalitas sampai tingkat ideal open source seperti ini.

    Ade Malsasa Akbar

    November 11, 2015 at 10:33 pm

    • Alhamdulillah…terima kasih atas supportnya.

      akbar

      November 12, 2015 at 2:23 pm


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: