myakbar :: sebuah catatan kecil

Pengenalan Linux

leave a comment »

Ibarat kata pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”, maka bagi anda yang tidak atau belum (mau) menggunakan Linux, mungkin saja itu karena anda belum mengenal dengan baik sistem operasi yang satu ini. Untuk itu, artikel ini akan membantu anda untuk mengenal lebih jauh tentang Linux, siapa tahu akhirnya anda tertarik juga, Who knows ?

Sekilas tentang Sistem Operasi

Untuk dapat memahami ‘binatang’ apa linux itu, sebaiknya kita lihat terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan sistem operasi.

Sebagai suatu sistem, komputer terdiri dari beberapa sub-sistem yang saling bergantungan satu sama lainnya. Artinya, apabila salah satu sub-sistem bermasalah, maka sistem secara keseluruhan akan bermasalah pula.

Adapun sub-sub sistem tersebut adalah hardware, software, dan brainware. Seperti yang telah kita ketahui, hardware adalah fisik komputer (CPU, monitor, printer, dll), software adalah instruksi utk menggerakkan hardware komputer, sedangkan brainware adalah SDM yang memanfaatkan sistem komputer dimaksud.

Hardware tidak dapat berfungsi apa-apa tanpa adanya instruksi-instruksi yang menggerakkan hardware tersebut untuk melakukan sesuatu yang diinginkan. Kumpulan instruksi-instruksi tersebut itulah yang disebut dengan software.

Software secara garis besar terdiri dari software aplikasi, software sistem operasi, dan software tool bahasa pemograman. Secara singkat, software aplikasi adalah software yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan tertentu, seperti OpenOffice.org Writer untuk kebutuhan pengolahan kata, Calc untuk kebutuhan pengolahan angka (spreadsheet), dll. Software sistem operasi adalah software yang dibuat untuk menjembatani antara software aplikasi dan physical hardware. Sedangkan software bahasa pemograman adalah software yang digunakan untuk membuat suatu software.

Sistem operasi berfungsi sebagai perantara antara software aplikasi dengan physical hardware komputer, seperti ilustrasi di bawah ini :

Operating System (Wikipedia 2010g)

Sebagai contoh, pada saat user memberikan perintah ‘print’ suatu dokumen pada software aplikasinya, maka software aplikasi tersebut akan memerintahkan sistem operasi untuk menterjemahkan perintah tersebut (print) ke dalam bahasa mesin yang dimengerti oleh hardware, sehingga hardware tersebut (printer) melakukan hal yang diminta, yaitu print (mencetak) dokumen. Di sini dapat kita lihat bahwa kerumitan sistem – bagaimana sistem menerjemahkan perintah user ke dalam bahasa mesin tersebut – disembunyikan dari user. Contoh dari sistem operasi ini adalah Microsoft Windows, Mac OS, UNIX, GNU/Linux, dll.

Secara garis besar sistem operasi terdiri dari dua bagian, yaitu kernel dan non-kernel system component. Kernel adalah inti dari sistem operasi. Kernel inilah yang melakukan fungsi-fungsi komunikasi software aplikasi dengan hardware, seperti program execution, memory management, multitasking, dll. Sedangkan utility adalah program-program yang digunakan untuk memudahkan user berinteraksi dengan kernel/hardware, contohnya Compiler, Text Editor, Shell, Windowing System, dll.


Sejarah Linux

Pada awal perkembangan komputer (tahun 1950-an), pada umumnya para pengguna komputer menggunakan free software. Pada saat itu, software biasanya di-shared oleh para pengguna komputer secara invidual dan oleh hardware manufacture yang merasa senang bahwa ada seseorang yang membuat suatu software sehingga hardware-nya dapat berjalan.

Namun pada akhir tahun 1960-an terjadi perubahan besar, dimana software yang beredar cenderung bukanlah merupakan free software lagi. Software mulai dikemas dalam bentuk salinan binary, sehingga para pengguna komputer tidak dapat mempelajari dan mengubahnya. Walaupun masih ada beberapa free software, namun software-software komersial semakin banyak jumlahnya. Bahkan pada tahun 1980-an, hampir semua software yang ada adalah proprietary (GNU Operating System 2009a).

Kondisi ini membuat beberapa kalangan di dunia IT saat itu kecewa. Salah satu diantaranya adalah Richard Stallman, seorang programmer pada MIT Artificial Intelligent Lab. Beliau kemudian memutuskan untuk mengerjakan sebuah project untuk mengembangkan free software, yang disebut dengan GNU Project pada tahun 1983. Project awal dari GNU Project ini adalah membuat suatu free unix-like operating system yang diberi nama GNU Operating System, yang pengembangannya dimulai pada awal tahun 1984. GNU sendiri merupakan recursive acronym dari “GNU’s Not Unix”.

Pada tahun 1990, GNU Project telah menyelesaikan semua komponen utama dari suatu OS, kecuali satu, Kernel. Pada saat itu Kernel GNU, yaitu GNU Hurd, masih sulit untuk di-implementasikan. Hal inilah yang mendorong Linus Torvalds, seorang mahasiswa University of Helsinki Finlandia pada tahun 1991, untuk membuat kernel yang kemudian diberi nama Linux.

Linus kemudian mengajak para programmer lainnya untuk bersama-sama mengembangkan kernelnya ini. Dan hasilnya diluar dugaan, ternyata ajakan ini mendapatkan sambutan yang luar biasa, banyak sekali programmer yang ikut membantu mengembangkannya. Sehingga kernel Linux ini pun secara alami berkembang secara cepat menjadi suatu kernel yang baik.

Pada tahun 1992, Linus mengadopsi GNU General Public License (GPL) untuk kernelnya tersebut. Sehingga hal ini memungkinkan para developer untuk mengkombinasikan antara kernel Linux dengan GNU System sehingga menghasilkan suatu sistem operasi yang utuh, yaitu “GNU/Linux” – sebagian kalangan menyebutnya hanya dengan “Linux” (Wikipedia 2010) – (Pada artikel ini istilah “GNU/Linux dan “Linux” digunakan secara bergantian untuk menunjukkan sistem operasi dimaksud, sedangkan untuk membedakannya dengan kernel maka digunakan istilah “Kernel Linux”).

Sebagai suatu sistem operasi yang menganut lisensi Free Software, GNU/Linux memiliki perbedaan yang sangat mendasar dibandingkan dengan sistem operasi yang lain, diantaranya adalah bahwa para pengguna GNU/Linux diberi kebebasan untuk (GNU Operating System 2009b ) :
– Kebebasan untuk menjalankan program, untuk berbagai keperluan (freedom 0) ;
– Kebebasan untuk mempelajari bagaimana program tersebut bekerja, dan merubahnya agar sesuai dengan yang diinginkan (freedom 1);
– Kebebasan untuk mendistribusikan ulang salinan program (freedom 2);
– Kebebasan untuk mendistribusikan salinan dari hasil modifikasi kepada yang lain (freedom 3)

Kebebasan-kebebasan tadi membutuhkan akses terhadap source code dari program dimaksud. Dengan demikian, GNU/Linux adalah suatu sistem operasi yang open source. Hal inilah yang membuat GNU/Linux menjadi suatu sistem operasi yang relatif sangat cepat perkembangannya, salah satunya karena semua orang dapat memberikan kontribusinya terhadap pengembangan sistem operasi ini. Disamping itu, bugs/kesalahan-kesalahan sistem dapat segera ditemukan dan diperbaiki secara cepat, karena semua orang dapat melihat dan menganalisa source code dari sistem operasi tersebut.

Distribution Linux

Seperti yang telah disampaikan, bahwa GNU/linux itu merupakan sistem operasi open source, maka konsekwensinya adalah akan banyak orang yang melakukan pengembangan terhadap sistem operasi ini. Sehingga bermunculanlah apa itu yang disebut dengan Distribution (Distro) Linux.

Pada prinsipnya, semua distro yang ada menggunakan kernel yang sama, yaitu kernel Linux. Namun yang membedakan distro yang satu dengan distro lainnya adalah cara pengemasan/pemaketannya. Mulai dari cara penginstallan, tampilan, aplikasi-aplikasi yang disertakan, sampai dengan fokus peruntukan, seperti desktop, server, dll.

Sehingga pemilihannya pun diantaranya ditentukan oleh :

– Kebutuhan yang Ada
Misalnya kita ingin menggunakan sistem operasi linux untuk keperluan perkantoran, maka pilihlah distro-distro versi desktop, seperti Ubuntu desktop version, Mandriva, dll. Jika kita ingin menggunakan sistem operasi linux untuk keperluan server, maka gunakanlah distro-distro versi server, seperti Ubuntu Server Version, Fedora, dll. Demikian pula apabila kita hanya memiliki komputer yang low-spec, maka gunakanlah distro-distro yang ringan, seperti DSL (Damn Small Linux), Zencafe, Puppy Linux, Austrumi, dll.

– Popularitas Distro
Sebagai suatu sistem operasi yang open source, maka ‘kelangsungan hidupnya’ sangat ditentukan oleh seberapa baik dukungan/support terhadap sistem operasi tersebut. Karena pada umumnya dukungan terhadap dunia open source itu berasal dari komunitasnya sendiri, maka besarnya dukungan tersebut dapat dilihat dari seberapa populer atau seberapa banyak yang menggunakan sistem operasi tersebut. Semakin populer suatu distro, maka hal ini diyakini bahwa semakin baik pula dukungan terhadap distro tersebut.

Saat ini terdapat ratusan distro linux. Apa saja distro-distro tersebut dan distro manakah yang paling popoler dapat anda lihat di situs-situs yang secara khusus me-review distro-distro linux, seperti distrowatch.com

Adapun 5 distro terpopuler saat ini (Distrowatch.com 2010) adalah :
– Ubuntu (http://www.ubuntu.com)
– Fedora (http://fedoraproject.org)
– Mint (http://linuxmint.com)
– openSUSE (http://www.opensuse.org)
– Mandriva (http://www.mandriva.com)

Kelebihan dan Kekurangan

Sebagaimana layaknya suatu sistem buatan manusia, sistem operasi GNU/Linux pun bukanlah suatu sistem yang sempurna seperti semua ciptaan Allah SWT. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem operasi yang satu ini (Foogazi.com 2006) :

a. Kelebihan

– Cost
Pada umumnya aplikasi-aplikasi yang di-release under Free Software License adalah gratis, demikian pula dengan distro-distro linux yang sekarang beredar. Hal ini berarti tidak ada biaya yang harus dikeluarkan untuk pembelian lisensi software. Dengan GNU/Linux, kita bisa menginstallnya di beberapa komputer sekaligus tanpa tambahan biaya sedikitpun.

– Security
Sejalan dengan keuntungan biaya (cost), aspek keamanan di sistem operasi GNU/Linux relatif lebih baik dibandingkan dengan sistem operasi lainnya. Kita tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli software antivirus, bukan ? Tentu saja hal ini bukan berarti tidak ada virus di Linux. Sebenarnya bukan saja karena linux itu masih sedikit penggunanya, tapi karena sistem keamanan di linux yang relatif lebih baik. Terlebih karena linux ini adalah sistem operasi yang open source, maka kalaupun ada serangan virus, worm, malware, dll hari ini, maka besok lusa akan banyak patch di-release untuk memperbaiki kelemahan yang ada, karena sifat dari open source ini yang memungkinkan semua orang ikut berkontribusi dalam pengembangan linux ini. Jadi kita tidak perlu menunggu patch dari suatu perusahaan tertentu, bukan ?

– Choice (Freedom)
Pilihan/Kebebasan adalah kelebihan linux yang paling utama. Dengan linux, anda dapat mengontrol hampir semua aspek dalam sistem operasi. Ada dua fitur utama yang dapat kita kontrol, yaitu tampilan desktop melalui berbagai Windows manager (Gnome, KDE, Xface, dll) dan kernel. Hal inilah yang tidak didapat dari sistem operasi yang lain.

– Software
Tersedia berbagai pilihan software di linux untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Sebagai contoh, anda dapat mencari software text editor di Freshmeat (http://www.freshmeat.net), maka anda akan mendapatkan ratusan pilihan software untuk keperluan tersebut. Namun hal yang terpenting adalah bahwa kebanyakan software-software di linux adalah free and open source. Anda bukan saja bisa mendapatkannya secara gratis, namun anda dapat pula memodifikasi source codenya untuk menambahkan fitur lainnya, tentu saja jika anda mengerti bahasa pemograman.

– Hardware

Linux dapat berjalan pada hardware-hardware lama atau hardware-hardware yang low-spec. Daripada membuang PC lama anda, mendingan anda jadikan saja PC itu sebagai firewall, file server, atau backup server dengan menggunakan GNU/Linux.

b. Kekurangan

– Understanding
Untuk dapat familiar dengan GNU/Linux diperlukan kesabaran dan usaha keras untuk mempelajarinya. Anda harus membaca lebih banyak referensi dan mencobanya untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

– Compatibility

Karena linux ini dikembangkan oleh komunitas, maka terkadang ditemukan permasalahan kompatibilitas terhadap hardware baru. Tidak adanya dukungan dari suatu perusahaan tertentu, membuat para kontributor kernel dan para maintainer harus bekerja keras agar kernel tersebut dapat up-to-date terhadap perkembangan hardware yang ada.
– Alternative Programs
Walaupun para GNU/linux developer telah berbuat banyak untuk membuat alternatif/padanan atas aplikasi Windows yang populer, kenyataannya masih saja ada beberapa aplikasi di Windows yang belum ada padanannya.


Penutup

Demikian uraian tentang pengenalan Linux, semoga artikel ini dapat memberikan gambaran awal kepada anda tentang sistem operasi yang satu ini.

Selama mencoba !

(Artikel ini tersedia pula dalam format PDF yang dapat anda unduh di sini)

Bandung, 28 Februari 2010


Daftar Referensi :

  1. Distrowatch.com 2010, ‘Page Hit Ranking‘, dilihat tanggal 16 Februari 2010, <http://distrowatch.com> ;
  2. Foogazi.com 2006, ‘5 Advantages of using Linux over Windows‘, dilihat tanggal 16 Februari 2010, <http://www.foogazi.com/2006/12/19/5-advantages-of-using-linux-over-windows> ;
  3. GNU Operating System 2007a, ‘Linux and the GNU Project‘, dilihat tanggal 23 Februari 2010, <http://www.gnu.org/gnu/linux-and-gnu.html> ;
  4. GNU Operating System 2007b, ‘The GNU Project‘, dilihat tanggal 23 Februari 2010, <http://www.gnu.org/gnu/thegnuproject.html> ;
  5. GNU Operating System 2009a, ‘Overview of the GNU System‘, dilihat tanggal 23 Februari 2010, <http://www.gnu.org/gnu/gnu-history.html> ;
  6. GNU Operating System 2009b, ‘The Free Software Definition‘, dilihat tanggal 16 Februari 2010, <http://www.gnu.org/philosophy/free-sw.html> ;
  7. Sugandi, Andi 2006, ‘Understanding Linux V1.0–Bagian 1. Pengenalan Linux‘, dilihat tanggal 16 Februari 2010, <http://sugandi.blogspot.com/2006/10/understanding-linux-bagian-1-pengenalan.html&gt; ;
  8. Wikipedia 2010a, ‘Free Software‘, dilihat tanggal 23 Februari 2010, <http://en.wikipedia.org/wiki/Free_software> ;
  9. Wikipedia 2010b, ‘GNU/Linux naming controversy‘, dilihat tanggal 20 Februari 2010, <http://en.wikipedia.org/wiki/GNU/Linux_naming_controversy> ;
  10. Wikipedia 2010c, ‘History of Linux‘, dilihat tanggal 23 Februari 2010, <http://en.wikipedia.org/wiki/History_of_Linux> ;
  11. Wikipedia 2010d, ‘Kernel (computing), dilihat tanggal 27 Februari 2010, <http://en.wikipedia.org/wiki/Kernel_%28computing%29> ;
  12. Wikipedia 2010e, ‘Linux‘, dilihat tanggal 16 Februari 2010, <http://en.wikipedia.org/wiki/Linux> ;
  13. Wikipedia 2010f, ‘Linux Kernel‘, dilihat tanggal 27 Februari 2010, <http://en.wikipedia.org/wiki/Linux_kernel> ;
  14. Wikipedia 2010g, ‘Operating System‘, dilihat tanggal 16 Februari 2010, <http://en.wikipedia.org/wiki/Operating_system> ;
  15. Wikipedia 2010h, ‘Sistem Operasi‘, dilihat tanggal 18 Februari 2010, <http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_operasi>.

Written by akbar

February 28, 2010 at 2:07 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: